Mengerikan! Begini Cara Korban Selamat Pembantaian Di Papua Lolos Dari Maut

Mengerikan! Begini Cara Korban Selamat Pembantaian Di Papua Lolos Dari Maut

Kasus pembantaian yang terjadi di Papua, hingga kini masih bergulir. Telah dipastikan 19 orang tewas dalam aksi pembunuhan yang dilakukan oleh kelompok KKB. Sementara itu, disebutkan sebanyak 4 orang berhasil selamat.


Empat orang tersebut merupakan karyawan PT Istaka Karya. Mereka adalah Martinus Sampe dengan kondisi luka tembak di kaki kiri, Ayub dalam kondisi tangan sebelah kanan luka tembak, Jefri dalam kondisi tembak di bagian pelipis sebelah kiri dan kanan, dan Jimmi Aritonang yang dalam kondisi trauma.

Salah seorang korban selamat, Jimmi Aritonang, mengisahkan bagaimana dirinya dapat lolos dari maut. Kepala Penerangan Kodam XVII/Cendrawasih Kolonel Inf Muhamad Aidi, menceritakan kembali kejadian berdasarkan keterangan Jimmi.

"Sekira pukul 15.00 WIT, kelompok KKB mendatangai Kamp PT Istaka Karya dan memaksa seluruh karyawan berjumlah 25 orang keluar, selanjutnya digiring menuju kali Karunggame dalam kondisi tangan terikat dan dikawal sekitar 50 orang KKB bersenjata campuran standar militer," jelas Aidi.


Selama penyekapan, para korban diikat tangannya. Mereka dipaksa berbaris dengan formasi 5 saf dalam keadaan jalan jongkok. Tak lama kemudian, kelompok KKB tampak kegirangan sebelum akhirnya menembaki para korban. Sebagian korban tewas di tempat, namun ada juga yang pura-pura mati.


Saat KKB meninggalkan lokasi, para korban yang pura-pura mati tersebut langsung mengambil kesempatan untuk melarikan diri. Sayangnya, di tengah pelarian, KKB mengejar mereka hingga 5 orang ditangkap lagi dan meninggal di tempat.

Sementara 6 orang kabur ke arah Mbua, 2 orang belum ditemukan, sisanya 4 orang yang kini berhasil diamankan anggota TNI di Pos Yonif 755/Yalet di Mbua.

Tak mengherankan bila pasca kejadian, para korban selamat ini mengalami traumatis. Kejadian yang mereka alami begitu mengerikan. Bagaimana menurut anda?

Sumber




Contact Us

Name

Email *

Message *

Popular Post

Powered by Blogger.

Arsip Blog