Mendengar kata perceraian saja bagi yang sudah membina rumah tangga rasanya miris sekali jika itu benar-benar terjadi apalagi didalamnya terdapat makhluk kecil tak berdosa yang tak mengerti apa-apa dan mereka harus menanggung dampak dari perceraian kedua orangtuanya.
Biasanya anaklah yang menjadi korban dari perceraian karena dari perceraian orangtua dapat menjadi mimpi buruk bagi sang anak.
Hal yang sama juga disampaikan oleh Mamah Dedeh salah satu pengisi acara dalam Mamah dan AA beraksi Indosiar “perceraian itu halal tapi sangat dibenci oleh Allah SWT, cerai bisa dianggap wajib jika suatu hubungan tidak menemukan titik temu dalam suatu permasalahan selalu terjadi konflik terus menerus”.
Biasanya perceraian di awali dengan masalah kecil yang lama-lama menjadi besar “kalau pertikaian antara suami dan istri biasakan jangan di depan anak anak kalau bisa biarkan anak tidur dulu lalu pindah ke kamar habis itu silahkan mau teriak atau melotot soalnya anak itu takut kalau orang tua itu sudah mulai berantem atau ribut dan itu dapat membekas di ingatan anak, ingatan itu tidak akan hilang sampai kematian datang dan mengakibatkan trauma pada anak tersebut” ujar Mamah Dedeh.
Dilansir dari Kompas.com (08/01/2018)) yang paling dirugikan dalam hal ini tidak lain adalah anak. Anak akan memerima dampak buruk dari perceraian kedua orangtuanya. Mungkin itu disekolah ataupun dilingkungan sosialnya bermain. Hal itu dapat mengganggu tumbuh kembang terutama keadaan psikisnya.
Seperti dilansir Kompas.com (08/01/2018) Perceraian itu mengguncang hati dan perasaan anak gara-gara orang tuanya bercerai sebagai cotohnya anak akan berasa bersalah “apakah gara gara saya mamah dan ayah saya bercerai“ itulah mengapa kalau kita ada masalah jangan pakai emosi, kita harus berusaha mempersatukan keinginan satu sama lain bukanya mencari perbedaan.
Jika memang harus terjadi perceraian jangan pernah menjelek- jelek kan satu sama lain. Jadilah orang tua yang bijak apa pun yang terjadi dengan rumah tangga kalian anak tetaplah anak kalian berdua.
Dari penjelasan tersebut, disini jelas disebutkan bahwa kerugian terbesar Gading dan Gisell adalah terletak di anaknya yaitu Gempi. Seperti yang dilansir dalam Kompas.com (08/01/2018) Bukan hanya psikisnya yang terkena namun keadaan sosialnya juga sangat berpengaruh jika kedua orangtuanya bercerai.
Semoga saja tidak benar terjadi adanya perceraian diantara Gading dan Gisell. Semua dapat dibicarakan dengan baik, belum terlambat untuk memperbaiki hubungan diantara keduanya.
Sumber
