Kemudian karena terkenal berkat acara petualangan menaklukkan hewan, Panji sempat mendapat beberapa julukan. Selain di juluki Panji Sang Petualang, Panji Sang Penakluk, ia juga mendapat julukan Panji Ular. Ya, karena dalam acara TV tersebut, Panji lebih banyak menaklukkan ular ketimbang hewan yang lain.
Namun semenjak acara TV 'Petualangan Panji' tidak tayang lagi, nama Panji kemudian tenggelam bahkan tak ada kabar. Ia juga tak pernah lagi tampil di TV. Karena hal itu, banyak kabar yang bertebaran di media sosial yang menyebutkan kalau Panji telah meninggal dunia. Kabar tersebut sempat heboh dan hebatnya banyak netizen yang percaya.
Seperti yang dilansir dari tribunnews.com (2017/12/07), dikabarkan Panji meninggal dunia digigit komodo liar saat melakukan salah satu aksinya bersama hewan buas tersebut. Tentu bagi netizen yang percaya, sangat sedih mendengar kabar itu, khususnya bagi mereka yang memang sudah ngefans dengan Panji.
Apakah kabar tersebut benar? Ternyata salah. Ya, ternyata Panji baik-baik saja dan tentu kabar tersebut adalah hoax. Bahkan kabar tersebut Panji sendiri yang membantahnya lewat sebuah video yang ia unggah di Youtube. Dengan tegas Panji mengatakan kalau dirinya masih hidup dan masih melakukan petualangan menaklukkan hewan.
"Kegiatan saya saat ini, saya masih berkarya dengan berpetualang, saya masih traveling, masih jalan ke kota-kota di Indonesia, masih off-air, dan saya masih seneng sama hewan tentunya," ujar Panji
Bahkan saat ini, Panji sudah memiliki dua orang anak hasil dari pernikahannya dengan wanita cantik bernama Nenty Estevany. Panji dan Nenty menikah pada tahun 2007 yang lalu. Masing-masing anak mereka bernama Putri Amalia dan Aufa Putra Naja.
Hebatnya menurut Panji, kedua anaknya tumbuh menjadi orang yang pemberani. Kecintaan Panji terhadap hewan-hewan baik buas maupun jinak, ternyata menurun ke kedua anaknya. Kendati begitu, Panji cukup membatasi interaksi kedua anaknya terhadap binatang-binatang.
Baru-baru ini saja, Panji juga turut memberikan tanggapan perihal ular kobra yang tidak bergerak selama 4 tahun di Desa Anjir Serapat Tengah, Kapuas Timur, Kalimantan Tengah. Menurut Panji, kemungkinan besar ular kobra itu sedang menunggu telurnya yang belum menetas, namun agak mustahil kalau itu terjadi selama 4 tahun lamanya.
“Dia enggak akan pergi sampai telornya menetas, nah ini yg terjadi di Kapuas antara dua kemungkinan. Bisa jadi ini adalah king cobra betina yang lagi nungguin telurnya.” ujar Panji, seperti yang dilansir dari bangka.tribunnews.com (2018/12/03).
Sumber


